Beranda blog Halaman 2

Peran Mahasiswa Jaman Now, Dalam Mencegah Radikalisme dan Terorisme di Era Global Informasi

0

PatriotSatu.com – Serang,Banten(13/12/2019) Mahasiswa zaman now memiliki peran penting dalam mencegah radikalisme dan terorisme. Istilah “mulutmu harimaumu” dan dijaman medsos saat ini “jarimu adalah cakarmu” memiliki arti “Apapun yang kita lakukan terutama di media sosial bisa mengakibatkan hal-hal yang tidak dinginkan.

Berikut disampaikan oleh Rizki Ikhwan S.STp, M.Si, dari Kominfo Serang. Saat menjadi pemateri dalam acara dialog kebangsaan dalam pencegahan radikalisme yang digelar oleh Aliansi Pemuda Peduli Negeri (APPN) di salah satu rumah makan di Kota Serang, Jumat (13/12/2019).

“Hal itu disebabkan oleh minimnya pemahaman yang diterima sehingga dialog-dialog kebangsaan seperi ini sangat diperlukan dimana bertemunya guru dengan murid secara langsung akan membangkitkan pemahaman,” ujarnya.

Selain itu, sebagai mahasiswa, menghidupkan lagi lagu-lagu nasionalisme terutama di lingkungan pendidikan, karena melalui itu akan membantu timbulnya jiwa-jiwa nasionalisme. Hal ini sederhana namun cukup bermakna dalam memunculkan rasa nasionalisme.

“Buatlah gerakan pemahaman ideologi bangsa kita, jangan hanya dimulut namun perlu kita aplikasikan melalui gerakan kegiatan mahasiswa. Pendidikan formal, non formal dan informal,” tuturnya.

“Gerakan-gerakan ini perlu kita mulai dari lingkungan terkecil kita yaitu keluarga. Hal ini menunjukkan bahwa peran keluarga juga sangat penting dalam melindungi Pancasila sebagai ideologi bangsa,” pungkasnya.

Ia juga mengajak mahasiswa dan pemuda untuk bersama-sama, membalas kebaikan tanah air kita yang telah berbaik hati kepada kita sejak kita lahir, mari berkarya lebih baik, cintai tanah air, dan saling menghargai antar umat beragama, antar suku dan antar budaya.

Selanjutnya penjelasan yang luar biasa disampaikan oleh Gus Soleh dalam kesempatan itu ia mengungkapkan terimakasihnya kepada seluruh rekan-rekan seperjuangannya yang telah mengikuti dan mensukseskan acara tersebut.

Dengan tegas ia mengatakan akan mendukung kegiatan Mahasiswa/ Pemuda, para Aktivis dan para Kyai serta Ustadz yang membela terus tegaknya Empat Pilar Bangsa yaitu PBNU (Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, NKRI dan UUD 45).

Lanjutnya “Diera reformasi kran demokrasi dibuka lebar-lebar, sehingga bangsa Indonesia mengalami perubahan iklim dalam demokrasi menjadi demokrasi yang bebas, sehingga lahirlah begitu banyak partai dan banyak diantara mereka memanfaatkan konten agama untuk mendapatkan kursi kekuasaan, dengan menggunakan issu/ sentimen agama. Media sosial (Medsos) dijadikan salah satu media kampanyenya, yang akhirnya lahirlah generasi media sosial yang memiliki dampak positif dan negatif, adapun dampak negatifnya adalah menghalalkan segala cara untuk tercapainya kekuasaan tersebut, dengan menganggap kebenaran hanya golongannya dan yang lain adalah salah, dengan cara ujaran kebencian atau nyiyir, menebar berita bohong (hoak), mengkafir kafirkan kelompok lainnya (takfiri), sehingga agama tidak lagi menjadi payung yang bisa mengayomi umat tapi justru terkoyaknya toleransi di Indonesia.

Menurut Gus Sholeh, perlu untuk bisa membedakan mana itu “agama”, “paham keagamaan/ madzhab/ sekte” dan “kekuasaan agama/ negara tuhan”. Sementara negara kita Indonesia ini tidak hanya terdiri dari satu agama, didalamnya ada Islam, Kristen, Katolik, Khonghucu, Budha dan Hindu, yang mayoritas adalah agama Islam. Sehingga Islam kerapkali digunakan sebagai alat untuk mendapatkan kekuasaan, dengan menggunakan sentimen/ issu agama agar mendapatkan simpati suara dengan menerapkan perda-perda syariah tanpa memikirkan keberadaan dan ketersinggungan daripada umat agama lain.

Dari sinilah timbulnya pergesekan diakar rumput dan akhirnya timbulnya radikalime, dan apabila tidak segera ada pencegahan bisa berakhir menjadi terorisme, disebabkan karena kita belum bisa membedakaan ketiga hal tersebut diatas yaitu “Agama”, “Pemahaman Keagamaan” dan “Kekuasaan Agama” sehingga membuat kita inklusif, menganggap kelompoknya paling benar dan tegaknya ajaran agama harus direbutnya kekuasaan, padahal itu semua adalah cara-cara mereka yang haus akan kekuasaan dengan bertopengkan agama dijadikan sebagai kendaraannya.

Terakhir Gus Sholeh menjelaskan bahwa untuk terciptanya suasana keagamaan yang adem ayem dan tenteram solusinya adalah kita semua harus memiliki tindakan dan pemikiran keagamaan sebagai berikut; “Tawassuth” (moderat), “Tawazun” (seimbang), “I’tidal” (tegak lurus membela kebenaran yang bersifat universal), dan Tasamuh (toleransi).
(GSM)

Editor : mfs

Facebook Comments

PNM Mengadakan Diskusi Pancasila Untuk Generasi Milenial bersama Gus Sholeh

0

PatriotSatu.com – Jakarta, Sabtu (30/11/2019) Membangun Pola Pikir Generasi Milenial Dengan Nilai- nilai Ideologi Pancasila, menjadi tema dalam acara Memperingati Hari Pahlawan yang digagas oleh Persatuan Nusantara Maju (PNM), diskusi diadakan di Kedai Kopi “Banksaku”, Jln.Cideng Raya Jakarta Pusat.

Acara yang penuh makna bersama generasi milenial dihadiri oleh sejumlah Narasumber yang sering tampil dalam sejumlah acara, Diantaranya: S Indro Tjahyono (Tokoh Gerakan Mahasiswa Angkatan 1977-1978), Gus Sholeh Mz (Tokoh Muda NU), Indra Soegandi (Tokoh Gaek Nasionalis) dan Boedi Djarot (Tokoh Pergerakan) dan juga dihadiri sejumlah tokoh lainya yang dipandu oleh Hikmat Subiadinata sebagai Moderator.

Dalam penyampaiannya, Gus Sholeh sebagai Narasumber yang cukup handal dan menggebu-gebu untuk membangkitkan semangat juang generasi milenial agar memahani nilai-nilai luhur Empat Pilar Bangsa.

“Pancasila ini bukan negara agama, bukan negara sosialis, bukan negara liberalis, bukan kapitalis, bukan negara sekuler,” tetapi Pancasila menghimpun dan mengambil intisari dari kesemuanya itu dirumuskan oleh founding father kita dalam nilai-nilai luhur Pancasila. Bagaimana regenerasi milenial kita dalam membangun bangsa ini kedepan tetap berpegang teguh pada nilai-nilai ideologi Pancasila.

Indonesia dengan empat pilar bangsa utamanya Pancasila, merupakan warisan dan hadiah terbesar dari fonding father kita. Apa yang diwariskan oleh para pejuang terdahulu kepada kita yaitu empat pilar bangsa, oleh Gus Sholeh dalam pemaparannya disingkat dengan PBNU (Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, NKRI dan UUD 45) haruslah kita jaga, kita rawat dan kita pahami dengan baik dan benar, kemudian kita implementasikan dalam kehidupan kita sehari-hari dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara utamanya bagi regenerasi bangsa atau istilah yang lagi ngetren saat ini generasi milenial kata Gus Sholeh.

Lanjutnya, generasi melenial yang hidup dalam jaman kecanggihan teknologi dan informatika, justru harus lebih dapat memahami empat pilar bangsa dengan baik dan benar agar kelak apabila menjadi pemimpin bangsa ini tidak kehilangan jatidiri bangsa Indonesia yaitu Pancasila.

Sebaliknya apabila generasi milenial, tidak paham empat pilar bangsa, nantinya regenerasi kita akan melahirkan generasi yang hedonis, generasi yang hidup nafsi-nafsi, sehingga hilang ruh Pancasila kita yaitu nilai-nilai sosial, gotong royong dan musyawarah mufakat demikian pungkas Gus Sholeh dalam pemaparannya.(GSM)

Editor : mf

Facebook Comments

Sinyal Persatuan Dibalik Kabinet Yang Bikin Kaget

0

PatriotSatu.com-JAKARTA, Selasa (5/11/19) Dibalik kabinet bikin kaget beberapa waktu lalu, ada makna penting yang perlu digaris bawahi yakni sinyal persatuan.
Ketua Umum Gerakan Persaudaraan Muslim Indonesia (GPMI) Jakarta Raya Syarief Hidayatulloh mengapresiasi upaya persatuan yang ditunjukkan oleh elit demi bangsa dan negara. Seperti halnya masuknya Prabowo Subianto yang notabene rival utama Jokowi justru masuk dalam Kabinet Indonesia Maju.
“Saya bersyukur dilapangan sudah mulai mencair. Sudah tidak ada lagi Cebong dan Kampret,” ungkap Syarief.
Hal itu mengemuka dalam diskusi publik “Sinyal Persatuan Dibalik Kabinet yang Bikin Kaget” yang diinisiasi Jaringan Insan Muda Indonesia (JIMI) di D’Hotel Jakarta Selatan, Selasa (5/11/2019).
Menurutnya, perlu ada komitmen bersama untuk mengedepankan persatuan di NKRI ini pasca proses demokrasi yang berlangsung dengan aman dan damai meskipun ada kerikil-kerikil kecil.
“Kita harus kedepankan persatuan NKRI ini. Sudahi masa Pemilu, cebong dan kampret diam dulu. Saya yakin Jokowi mampu membawa Indonesia lebih baik,” tutur pendukung setia Anies Baswedan ini.
Sementara itu, Koordinator Mubaligh 01 Gus Sholeh mengingatkan kepada para pendukung baik 01 dan 02 untuk bisa mengikuti para elit yang sudah rukun. Gus Sholeh juga memuji Presiden Jokowi yang negarawanan mau merangkul rivalnya saat Pilpres 2019.
“Kita sudahi cebong dan kampret, mari kita doakan para pemimpin kita. Ini semua berjalan karena hidayah Allah, mari jata persatuan dan stop nyinyir dan kerja nyata,” beber Gus Sholeh.
Ketua Dewan Pertimbangan Nasional Persaudaraan Pekerja Muslim Indonesia (PPMI) Eggi Sudjana menyebutkan bahwa masuknya Prabowo ke kabinet Indonesia Maju bagaimanapun juga telah membawa misi persatuan yang patut diapresiasi.
“Saya mendukung hal itu karena untuk bangsa ini. Situasi sudah terjadi niatnya baik dan kita ikhlas atas Prabowo yang masuk jajaran kabinet. Jangan sampai pecah belah, kita berharap proses hidayah Allah terus ada,” pungkas Eggi.
Disela-sela acara, pendukung 01 Gus Sholeh memberikan sorban hijau kesayangannya kepada pendukung 02 Eggi Sudjana sebagai tanda menjalin persatuan kembali dan menyudahi istilah Cebong dan Kampret.
Turut hadir narasumber lainnya saat acara diskusi publik tersebut diantaranya adalah Pengamat Intelijen dan Keamanan Stanislaus Riyanta dan Pengamat Politik Jerry Massie.
(red)

Editor : mfs

Facebook Comments

Aksi Kebangsaan “MATAHARI TIMUR BERSAMA JOKOWI”

0

PatriotSatu.com-Jakarta, Sabtu (12/10/19), Ratusan orang yang menamakan diri Timur Indonesia Bersatu (TIB), menggelar aksi damai di depan Istana Negara.
Koordinator TIB Andreas Parapaga menggelar aksi kebangsaan bertajuk ‘Matahari Timur Bersama Jokowi.’

Menurutnya, aksi damai ini digelar untuk menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia Timur siap menjaga Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika dari orang-orang yang berusaha mengganggu pilar kebangsaan tersebut.

“Karena akhir-akhir ini kami cuma mendengar dan kami muak dengan segala teror dan segala intimidasi yang dilakukan oleh oknum-oknum yang tidak berguna,” ujarnya kepada wartawan di Jakarta, Sabtu (12/10/2019).

Melalui acara ini, pihaknya juga menyatakan siap menjadi garda terdepan dalam memerangi radikalisme, intoleransi, rasisme. Serta gerakan inkonstitusional yang ingin menggagalkan pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin pada 20 Oktober mendatang.

Hadir pada acara ini para tokoh agama, diantara Gus Sholeh Mz yang didaulat untuk memimpin doa pada acara ini.
(red)

editor : mfs

Facebook Comments

Aktivis Bersama Tokoh Muda Islam Gelar Aksi Damai di depan Istana Negara Mendukung Revisi Undang Undang KPK

0

PATRIOTSATU.COM-Jakarta(23/9/2019), Ratusan Tokoh Muda Islam Islam menggelar aksi damai Mendukung Revisi UU KPK
Untuk Memperkuat Kinerja KPK Mencegah dan Memberantas Korupsi.
Acara yang bertempat di Taman Pandang Aspirasi Monas, Seberang Istana Negara, Jakarta Pusat. Hari ini Senin, 23 September 2019
Pada Pukul 13.00 WIB – selesai

Ust.Amsori selaku Koordinator Nasional Aliansi Tokoh Mudah Islam NUsantara mengatakan, bahwa Presiden Joko Widodo agar melantik Komisioner KPK yang baru.

“Kami mendorong Presiden Joko Widodo agar segera melantik Komisioner KPK Yang Baru, Agar Agenda Pemberantasan Korupsi Berjalan Optimal,” kata Ust Amsori.

Sementara Gus Sholeh Penanggung Jawab Aksi, lebih menyikapi Pengunduran diri tiga Komisioner KPK yaitu Agus Rahardja, Laode dan Saut Sitomurang, agar segera menyerahkan mandat dan hengkang dari KPK, jangan sampai elemen masyarakat dan para Aktivis yang akan memaksa keluar ketiga Komisioner KPK tersebut.

Adapun Tuntutan Aksi tersebut sebagai berikut:
1. Menyikapi Pengunduran diri Agus Rahardja, Laode & Saut Sitomurang, mulai hari ini tanggal 23 September 2019, segera menyerahkan mandat dan keluar dari KPK karena telah mengundurkan diri, bila tidak menjalankan, maka gabungan elemen rakyat dan aktivis, akan segera bergerak melucuti dan mengeluarkan secara paksa dari gedung KPK.

2. Segera..!!
Lantik Komisioner KPK Yang Baru Agar Agenda Pemberantasan Korupsi Berjalan Optimal.

3. Segera..!!
Sahkan REVISI UU KPK untuk Perkuat KPK.

4. Bubarkan..!!
Wadah Pegawai (WP) KPK, yang Terindikasi Politis dan Beraroma Radikalis.(gs)

editor : srs

Facebook Comments

Gus Nuril : “Pesan Cinta Untuk Pemerintah.”

0

Patriotsatu.com-Los Angeles, Amerika Serikat, Kamis (29/03/2019) Saat kunjunganya di beberapa kota Amerika Serikat dalam rangka menggemakan Thoriqoh Kebangsaan, pendir Patriot Garuda Nusantara, Gus Nuril Arifin Husein, Kyai gondrong nan nyentrik pengasuh pondok pesantren Nuriyah Sokotunggal Semarang dan Sokotunggal Abdurrahman Wahid Jakarta tersebut meminta kepada pemerintah Republik Indonesia untuk secepatnya menambah kepedulianya terhadap perekonomian dan kesejahteraan rakyat ekonomi menengah ke bawah.
Saat dihubungi penulis via sambungan telepon Gus Nuril meminta kepada Presiden dan para Menteri untuk mengkaji ulang tarif dasar listrik bagi masyarakat bawah, mempermudah distribusi pupuk bersubsidi kepada petani, dan untuk lebih memperhatikan kesejahteraan para petani dan nelayan, tak kalah pentingnya adalah memberikan kios atau tempat bagi para pelaku usaha yang terdampak adanya banyak jalan tol baru di berbagai daerah.

Gus Nuril menegaskan bahwa dirinya menyampaikan permohonan ini karena banyak kyai dan tokoh masyarakat dari berbagai daerah yang menyampaikan uneg-unegnya kepada beliau, pemerintahan pak Jokowi saat ini sudah baik, namun kedepannya jika terpilih kembali juga harus lebih meningkatkan kualitas kinerjanya bagi kesejahteraan rakyat Indonesia, terutama bagi petani dan nelayan yang sejak zaman sebelum merdeka hingga berganti ganti pemerintahan selalu mengeluh ini “zaman susah”. Pemerintah harus mampu membangun kepercayaan rakyat bahwa sekarang dan kedepan Indonesia akan mengalami zaman bahagia, zaman makmur dan sejahtera bagi semua golongan,” kata Gus Nuril mengakhiri wawancara jarak jauhnya.(WWN)

editor : mfs

Facebook Comments

CIPTAKAN PESTA DEMOKRASI DI BANTEN DENGAN KECERIAAN BUKAN DENGAN RASA KETAKUTAN

0

Patriotsatu.com-Banten,Serang (28/02/2019),telah terjadi aksi anarkis yang dilakukan oleh sekelompok orang tidak dikenal terhadap mobil Xenia dengan nomor polisi B 1158 GUH milik Relawan #01SAJOJO & Mubaligh #01 Banten (Relawan Jokowi Ma’ruf Amin).
Sekitar pukul 23.00 WIB, Rabu 27 Februari 2019.
Kronologi kejadiannya, dakam wawancara dengan Patriotsatu.com, Humaedi mengatakan “Saya setelah antar tim hadroh yang telah mengisi acara presmian kantor sekretariat korwil Sajojo dalam perjalanan pulang dari belakang ada yang memukul dan lempar pake batu sampe lampu belakangnya pecah, saya panik karena melihat mereka jumlahnya banyak.” “Saya langsung kabur, karena panik saya menabrak trotoar, ” imbuh Humaedi,pengendara mobil relawan tersebut.
“Mobil sekarang dalam perbaikan dibengkel dan sudah hampir finishing”. Lanjut Humaed mengakhiri pembicaraannya. (GS)

editor : mfs

Facebook Comments

Gus Rosikh : Jika ada Kyai, ataupun warga NU tidak mendukung Kyai Ma’ruf Amin, maka NU nya belum kaffah

0

Patriotsatu.com-Sarang-Rembang, Senin (25/02/2019), salah satu pengasuh pondok pesantren Ma’hadul Ilmi As syar’ie MIS Sarang Rembang Jateng KH Ahmad Rosikh, atau yang lebih akrab dikenal dipanggil Gus Rosikh menuturkan bahwa, saat ini adalah momentum kebangkitan dan kejayaan bangsa Indonesia dalam bidang dan sektor apapun. Alhamdulillah era saat ini bangsa kita tercinta, negara yang kita cintai dan kita tinggali ini sudah berlari kencang untuk menjadi negara yang besar.

Ekonomi tumbuh dan angka pengangguran semakin ditekan.
Hal ini sudah dirasakan semua rakyat Indonesia dimanapun berada, tak terkecuali warga Nahdliyyin sebagai ormas terbesar di negeri ini.
Sebagaimana kita ketahui dan rasakan bersama bahwa saat ini rakyat benar benar dijamin kesejahteraanya, penindakan kasus hukum yang adil, terlebih pak Jokowi ini sangat memuliakan para ulama, umat Islam di negeri ini bisa melihat bagaimana pak Jokowi sangat menghormati dan memuliakan para ulama-ulama, di istana negara sering diadakan dzikir bersama, tahlilan dan istighotsah dengan para ulama, ini sebuah langkah luar biasa pemerintah dalam menghormati ulama, harapannya pemerintah agar presiden dan para menterinya selalu sehat, dan amanah dalam bekerja untuk rakyatnya.
Terlebih dalam kesempatan sekarang ini Pak Jokowi menggandeng kyai Ma’ruf Amin sebagai cawapresnya, jadi kalau ada kyai, santri ataupun warga NU yang tidak mendukung pasangan pak Jokowi-Kyai Ma’ruf, maka bisa jadi NU nya tidak kaffah.
Gus Rosikh yang juga merupakan ketua umum KURMA (koordinator untuk relawan Kyai Ma’ruf Amin) menghimbau kepada segenap para kyai NU, santri dan warga NU dimanapun berada di seantero negeri ini untuk kompak dalam memenangkan pasangan pak Jokowi dan Kyai Ma’ruf Amin. (W.W.N)

editor : mf

Facebook Comments

PGN Jatim doakan Ibu Khofifah pasca dilantik

0

Patriotsatu.com-Surabaya,Kamis(14/02/2019,Panglima wilayah Patriot Garuda Nusantara (PGN) Jawa Timur M. Alaik S. Hadi, M.Psi memberikan ucapan “Selamat atas dilantiknya Ibu Khofifah Indarparawansa dan Bapak Emil Dardak sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur periode 2019-2024”.
Saya selaku Pimpinan Patriot Garuda Nusantara Jatim beserta seluruh jajaran pengurus dan Pembina PGN Jatim berdoa dan berharap agar dibawah kepemimpinan Bu Khofifah dan Mas Emil 2019-2024 Jawa timur menjadi lebih baik dalam segala hal.
Lebih memakmurkan masyarakat Jawa timur, lebih peduli terhadap aspirasi masyarakat Jawa timur, membawa Jawa Timur menjadi percontohan bagi provinsi lain dalam segala bidang, dan kami berharap agar memberi perhatian lebih kepada program program empat pilar kebangsaan.
Gus Alex mengatakan bahwa PGN Jawa Timur siap sinergi dengan pemerintah provinsi Jawa timur dalam merawat, menjaga dan melestarikan dasar negara Indonesia, 4 pilar kebangsaan. Karena PGN selalu berkomitmen untuk menjaga dan melestarikan Pancasila, bhinneka tunggal Ika, NKRI harga mati, dan UUD 1945. (W.W.N)

editor : mrs

Facebook Comments

Gus Sholeh, Korwil Mubaligh #01 Banten : Komunikasi Politik antara Relawan, TKN dan TKD.

0

Kita sering menyaksikan pertandingan sepak bola yang gawangnya kebobolan hanya gara gara salah berkomunikasi antara penjaga gawang dengan pemain bek dalam mengantisipasi bola. Sesederhana itu masalahnya. Ternyata kalah dan menang suatu pertandingan sepak bola sering ditentukan pada kualitas komunikasi antar pemain dan pelatih.

Semakin berkualitas, terbuka, dan saling menghargai serta saling mensuport untuk kemenangan bersama dalam tim akan semakin terbuka meraih kemenangan dalam pertandingan sepak bola. Banyak bukti, sebuah klub dengan pemain bertabur bintang kalah hanya karena masalah egoisme antar pemain yang tinggi.
Akibatnya komunikasi menjadi macet. Dan biasanya berakhir pada kekalahan.

Itu contoh kecil dalam pertandingan sepak bola dan saya kira juga dalam permainan apa pun sama saja pentingnya komunikasi yang intens.

Apalagi masalah politik. Komunikasi menjadi faktor penentu yang sangat krusial. Kesalahan remeh temeh saja bila jelek cara mengkomunikasikannya bisa kalang kabut. Akibatnya berdampak pada kepercayaan publik yang sangat signifikan.

Era digital sangat terbuka. Dekat tapi jauh jauh tapi dekat. Tapi bila tidak mampu berkomunikasi dengan baik akan sangat terasa jauh. Akibatnya akan ditinggal oleh basis pemilih yang potensial.

Saya sangat merasakan komunikasi itu sangat penting. Sebagai ketua korwil Mubaligh #01 Banten, saya tahu betul liku liku relawan di lapangan. Bagaimana sahabat sahabat harus berjibaku door to door ke rumah rumah warga. Meyakinkan paslon #01 kepada warga. Ini bukan perkara mudah. Karena mindset warga sebagian atau mungkin hampir merata sudah terdampak hoaks.

Pekerjaan ini seharusnya bukan menjadi bahan tontonan dari temen temen di Tim Kampanye Nasional ( TKN ) atau di Tim Kampanye Daerah ( TKD ). Mohon maaf, bila harus saya bilang, nyaris tidak ada suport yang berarti dari para petinggi TKD apalagi TKN. Padahal gerakan relawan yang nothing tulus memiliki dampak yang luar biasa dalam menggalang suara paslon 01 langsung di basis akar rumput.

Komunikasi yang mampet antara relawan dan tim kampanye resmi seperti TKD sudah seharusnya dicairkan dengan penuh kekeluargaan. Jangan sampai terbangun persepsi yang kuat di para relawan bahwa TKD hanya numpang tampang doang dan tidak bekerja nyata di lapangan.

Keluhan relawan tentang baliho, pamplet dari para caleg partai pengusung yang tidak berani memasang foto pak Jokowi Amin jangan dianggap remeh. Karena akan mempengaruhi persepsi publik terhadap pak Jokowi Amin dan para caleg dari partai Pengusung.

Saya pernah mendengar dari seorang relawan ucapan warga yang cukup menohok kita. Warga bilang, ” bagaimana kami mau mendukung pak Jokowi dan Kyai Makruf Amin, lah partai Pendukungnya aja tidak mendukung.”, kami yang mendengar ungkapan warga hanya bisa terdiam. Karena memang kami tidak punya alasan apa dan benar benar tidak tahu alasan para caleg yang tidak berani memasang foto dirinya dengan Pak Jokowi Amin.

Bagi relawan sebenarnya tidak ambil pusing. Toh kami tetap bekerja mensosialisasikan Pak Jokowi Amin ke kampung kampung. Kami datangi steakholder satu per satu. Tanpa sungkan kami bercerita tentang pak Jokowi apa adanya kepada warga di kampung kampung. Tentu saja dengan harapan para warga mau mendukung Paslon 01 pada pilpres 2019.

Dari pengalaman lapangan itulah, saya merasakan kurangnya dukungan moril maupun materil. Bahkan nyaris tidak ada sama sekali. Untuk membangun komunikasi antar relawan dan TKN ataupun TKD masih kesulitan. Saya berharap ke depannya dengan waktu yang semakin dekat hari pencoblosan mudah mudahan komunikasi sesama relawan Jokowi Amin khususnya di Banten bisa cair penuh persaudaraan. Tanpa ada skat skat yang menjadi pemisah sesama relawan.

Untuk mencapai target suara Kemenangan minimal 60% di Banten, saya kira perlu kesolidan yang utuh antara relawan, TKD dan TKN. Tanpa kesolidan yang utuh perjuangan kita bakal cuma mimpi saja. Banten ? Menang…!!!
oleh : Gus Sholeh
Korwil Mubaligh #01 Banten

editor : mrs

Facebook Comments