Beranda General Fanatisme Membabi Buta Mengalahkan Nilai Kemanusiaan

Fanatisme Membabi Buta Mengalahkan Nilai Kemanusiaan

353
0

Ditengah kondisi wabah pandemik covid 19 yang belum kunjung reda, masyarakat dan warga terfokus perhatiannya kepada penanggulangan wabah corona, baik dalam bentuk pembagian masker, penyemprotan disinfektan sampai kepada physical distancing dan social distancing.

Aneh, jika dalam kondisi seperti ini masih ada saja pihak-pihak yang mengatasnamakan agama untuk mengintimidasi pihak lain agar tidak melakukan kegiatan ibadah.
Hingga masyarakat minoritas kebingungan mau ke gereja, vihara, kuil atau pura dilarang karena harus ikut kebijakan pemerintah yaitu sosial distancing sementara itu pula ibadah di rumah masing-masing dilarang dengan alasan bukan tempat ibadah.
Memang sebenarnya negara ini milik satu agama atau banyak agama sih? Kan yang penting masih berTuhan, itu yang pasti dikeluhkan oleh pihak yg selalu dipersalahkan.

Ahmad Suhadi selaku Ketua Forum Kebangsaan Bogor Raya melihat kasus-kasus intoleransi yang terjadi ditengah wabah covid 19 saat ini karena beberapa faktor:
1. Pihak yang masih melakukan cara-cara intoleransi karena jiwa kemanusiaan yang telah hilang yang seharusnya bagaimana membantu orang lain untuk terlepas wabah corona dan bekerjasama melawan covid 19 ini malah digunaan menyerang keyakinan kelompok lain.
2. Pihak yang masih melakukan perbuatan intoleransi karena telah tertanam doktrin keagamaan yang salah atau fanatisme buta yang tidak dilandasi ilmu agama dan hukum kenegaraan.
3. Mencari peluang populatitas dengan menikung jalan lain.

Sebagai negara yang beradab dengan landasan agama,Tuhan YME telah mengajarkan dlm Al-Quran ´´waman adzlamu miman mana´a masajidallahi ayyudzkaro fiihasmuhu…´´artinya : kedzoliman yg paling besar adalah menghalangi orang lain utk menyebut nama Tuhannya…´´.

dalil agama diatas selaras dengan UUD 45 pasal 29 ayat 1-2, yaitu negara menjamin setiap warga utk memilih keyakinan dan kepercayaan masing-masing dan menjalankan kepercayaannya itu.

Penulis berharap, segera hentikan setiap perbuatan-perbuatan dgn atas nama agama utk menghalangi agama lain dalam menjalankan keyakinannya.

Ditulis oleh :
Ahmad Suhadi,S.Pdi
Ketua Forum Komunikasi Bogor Raya

Editor : Saras

Facebook Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here