Beranda Opini Kenakalan Berpikir Masyarakat yang Terpapar virus politik Identitas di Masa Covid 19

Kenakalan Berpikir Masyarakat yang Terpapar virus politik Identitas di Masa Covid 19

395
0

Dengan Pendekatan Keagamaan menurut Madzhab Imam al-Syafi’i yang mayoritas dianut oleh masyarakat Muslim Indonesia bahkan se Asia Tenggar,bahwa Imam Syafei menjelaskan :

َلَا تَسْكُنَنَّ بَلَدًا لَا يَكُوْنُ فِيْهِ عَالِمٌ يُفْتِيكَ عَن دِينِك، وَلَا طَبِيبٌ يُنْبِئُكَ عَنْ أَمْرِ بَدَنِك

“Janganlah sekali-kali engkau tinggal di suatu negeri yang tidak ada di sana ulama yang bisa memberikan fatwa dalam masalah agama, dan juga tidak ada dokter yang memberitahukan mengenai keadaan (kesehatan) badanmu.” (Adab Asy-Syafi’i wa Manaqibuhu, h. 244)

Sebagai seorang muslim yang moderat, hal yang elok dalam menyikapi wabah Covid-19 saat ini seharusnya merujuk pada seruan pemerintah sebagai kepanjangan dari Ulil Amri, MUI sebagai wadah Fuqaha (yurisprudence hukum Islam)dalam merumuskan fatwa-fatwa agama dan Dokter merupakan pihak yang paling mengetahui cara mencegah penyakit dst, tentunya dengan tetap melihat status zona wilayahnya. Bukan mengikuti perasaan dan hawa nafsu orang-orang awam apalagi membantah fatwa MUI yang jelas-jelas berdampak pada kemaslahatan bersama jika dilaksanakan. Kalaulah mereka dengan berbagai latar belakang keilmuan yang mempuni saja tidak ditaati juga, terus siapa lagi yang mau ditaati di negeri ini ?

Peristiwa demi peristiwa yang terjadi saat ini,baik di negara kita maupun belahan dunia lainnya dari mulai kasus pertarungan politik, ekonomi,budaya bahkan pergulatan ideologi keagamaan.Semua itu merupakan rangkaian yg menjadi sabab dari musabab yg menghilangkan kestabilan alam hingga terjadilah beragam kasus musibah yang silih berganti,Allah Tuhan yang memiliki Qudrot dan Irodat tidak memandang sebanyak apa ritual yg dilakukan hambanya,andaikan hambanya satupun tak lagi menyemahnya derajat Ketuhanan yg dimiliki Allah tidak akan menurun dan andaikan semua pada menyembahnya pun Allah sbg Tuhan tak akan bertambah derajatnya.Karena Allah adalah pemiliki kesempurnaan.

Esensi ketuhanan tak bisa dihalangi olh adanya sabab sesuatu,akan tetapi manusia sbg makhluk ciptaannya tentunya harus mengikuti tata nilai yg menjadi sunatullah(hukum alam) atw hukum causality(sebab akibat) maka dari itu dg adanya pandemik covid 19 ini utk dapat tercegah bukan malah menyalahkan Allah jk nnti manusia yg tdk lagi mengikuti aturan sabab akibat tsb terkena penyakit tersebut.

Allah memerintahkan kepada manusia harus ada dijalan sabab akibat walaupun hakekatnya taqdir baik maupun buruk itu telah Allah ciptakan.
ان تأثر الممکنات ایجادا واعداما

Pertanyaannya :jika kita sbg manusia tdk mau mengikuti seruan pemerintah,dg alasan percaya dan yakin saja kpd Allah dan kenapa harus mengambat pelaksanaan ibadah?..pertanyaan tersebut harus dijawab sendiri,lebih bersih mana Tauhid anda dg Syekh Abdul Qodir Aljailani dan para auliya lainnya,lebih tinggi mana keilmuan anda dg ulama selevel Imam syafei??
Imam syafei sj melarang kita utk tdk meninggalkan sabab akibat disamping keyakinan segala apapun terjadi krn irodah Allah..
Ditulis oleh :
Ahmad Suhadi,S.Pdi (Dosen STAI Ashoba)
Ketua Forum Kebangsaan Bogor Raya

Editor : Saras

Facebook Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here