Beranda Opini Surat terbuka untuk Presiden JOKOWi

Surat terbuka untuk Presiden JOKOWi

295
0

Surat Terbuka

Kepada Yang Terhormat Bapak Presiden Jokowi
Cq.
Yang Terhormat :
Bapak Menteri Agama RI
Bapak Ketua BNPT
Bapak Menteri POLHUKAM

Oleh:
Gus Sholeh MZ

Assalamualaikum
Dengan hormat,
Kami sebagai Relawan #01, meskipun bukan orang partai, tapi kami berjibaku berjuang siang malam tanpa kenal lelah untuk memenangkan Presiden idola kami yaitu Jokowi-Ma’ruf, dengan harapan apa yang kami lihat konstalasi politik di Indonesia saat PILGUB DKI JAKARTA sangat miris, bahwa benih perpecahan sesama anak bangsa yang bertopengkan agama mulai jual ayat sampai mayat mereka mainkan demi kekuasaan, disaat itu tampak cukup jelas, bagaimana kekuatan penumpang gelap (kelompok transnasional/ Khilafah) yang hendak mengubah Pancasila sebagai ideologi bangsa Indonesia dengan ideologi mereka (Negara Agama), bergerak all out dengan demo berjilid jilid sampai klimaknya menanglah Gubernur pilihan mereka.

Melihat hal tersebut diatas, meskipun kami bukan orang partai yang tidak ada kepentingan bagi kami dengan kekuasaan, karena melihat hal tersebut diatas mau tidak mau kami berjibaku bergerak untuk untuk memenangkan Capres #01 Jokowi-Ma’ruf yang merespentatifkan Nasionalis-Religius Religius-Nasionalis agar empat pilar bangsa kita tetap berdiri tegak dan kokoh dibumi Indonesia sampai kapanpun.

Berkembangnya pemikiran ideologi transnasional atau khilafah atau negara tuhan di Indonesia ada sejak awal berdirinya bangsa ini, yaitu DII/TII yang dipimpin oleh Kartosuwiryo dan di Indonesia Timur dipimpin oleh Kahar Muzakar, Alhamdulillah diera Orde Lama dapat ditumpas oleh Pemerintahan Presiden Soekarno.
Dijaman Orde Baru mereka bergerak sembunyi-sembunyi dibawah tanah bahkan banyak diantara mereka dikejar kejar BABINSA nya Orba, diantara kelompok mereka adalah yang berada di kampus terhimpun di LDK yang banyak memvirusi mahasiswa baru tentang pentingnya mendirikan Negara Agama atau Negara Tuhan dengan satu komando dengan menghilangkan sistim negara-negara yang ada atau yang populer yang disebut dengan khilafah dan diluar kampus mereka banyak terhimpun di Tarbiyah, belum lagi kelompok-kelompok bawah tanah yang lainnya.

Diera Reformasi era kebebasan dan keterbukaan bangsa Indonesia, setelah 32 tahun dikungkung oleh Pemerintah ORBA, mereka mengambil kesempatan ini bergerak serentak membangun kekuatan diberbagai lini dan sektor untuk mewujudkan impian dan dogma mereka yang “Is Kariman Au Mut Syahidah” (Hidup Mulia atau Mati Syahid demi tegaknya Khilafah), bahkan mereka memiliki partai yang bisa menjadi sepuluh besar di Indonesia serta masuk di parlemen pusat DPR/MPR RI serta telah masuk 2 pereiode di Pemerintah SBY.
Dan pada periode tersebut mereka mempunyai gerak dan langkah yang cukup signifikan memasuki dan mengusai Pemerintah SBY utamanya 5 Kementerian yang mereka pegang. Langkah pertama mengganti seluruh pimpinan baik tingkat pusat sampai wiliyah di 5 Kementerian yang mereka kuasai, kemudian mengusai masjid-masjid dilingkungan 5 Kementerian tersebut baik pusat maupun wilayah.

Ini merupakan PR besar kita bersama utamanya Menteri Agama dan Kementerian lainnya yang terkait dalam mengeleminir dan bila perlu mengikis habis pemikiran ideologi transnasional yang telah mereka kembangkan.
Mereka ada dalam 3 kategorikan kelompok besar, yaitu:
1. Dakwah & Sosial
2. Politik & Kekuasaan
3. Jihadis

Adapun 600 WNI yang tergabung dengan kombatan ISIS dan hendak dipulangkan oleh Pemerintah RI (Menag, BNPT & Mengkopolhukam) meskipun ini masih berupa wacana, dengan ini kami menyatakan bahwa: *”Kami sangat tidak setuju sekali untuk dipulangkan ke Indonesia, karena 600 WNI tersebut masuk kelompok kelas berat atau kategori kelompok ketiga yaitu para Jihadis”.*

Harapan kami bagaimana Pemerintah RI utamakan saja bekerja maksimal untuk mengeleminir gerakan Islam transnasional yang sudah ada dan berkembang di Indonesia saat ini, agar mereka yang tinggal di Indonesia bisa memiliki idealisme dan ideologi seperti kami, yaitu menjadi “Umat Islam Indonesia yang Wasatiyah” yang bisa menyelaraskan agama yang kita imani dengan kehidupan berbangsa dan bernegara yang berlandaskan Pancasila.
Sehingga negara kita senantiasa bisa menjadi negeri yang “baldatun toyyibatun wa rabbun ghofur” yaitu negeri yang gemah ripah loh jinawi, toto tenteram kerto rahadjo, murah sandang pangan lan papan. Amin.

•Gus Sholeh Mz
#JPK
#JamaahPengajianKebangsaan
Relawan:
#SAJOJO
#SahabatJoeangJokowi
#Mubaligh01Banten

Editor : srs

Facebook Comments