PatriotSatu.com – Jakarta, Sabtu (30/11/2019) Membangun Pola Pikir Generasi Milenial Dengan Nilai- nilai Ideologi Pancasila, menjadi tema dalam acara Memperingati Hari Pahlawan yang digagas oleh Persatuan Nusantara Maju (PNM), diskusi diadakan di Kedai Kopi “Banksaku”, Jln.Cideng Raya Jakarta Pusat.

Acara yang penuh makna bersama generasi milenial dihadiri oleh sejumlah Narasumber yang sering tampil dalam sejumlah acara, Diantaranya: S Indro Tjahyono (Tokoh Gerakan Mahasiswa Angkatan 1977-1978), Gus Sholeh Mz (Tokoh Muda NU), Indra Soegandi (Tokoh Gaek Nasionalis) dan Boedi Djarot (Tokoh Pergerakan) dan juga dihadiri sejumlah tokoh lainya yang dipandu oleh Hikmat Subiadinata sebagai Moderator.

Dalam penyampaiannya, Gus Sholeh sebagai Narasumber yang cukup handal dan menggebu-gebu untuk membangkitkan semangat juang generasi milenial agar memahani nilai-nilai luhur Empat Pilar Bangsa.

“Pancasila ini bukan negara agama, bukan negara sosialis, bukan negara liberalis, bukan kapitalis, bukan negara sekuler,” tetapi Pancasila menghimpun dan mengambil intisari dari kesemuanya itu dirumuskan oleh founding father kita dalam nilai-nilai luhur Pancasila. Bagaimana regenerasi milenial kita dalam membangun bangsa ini kedepan tetap berpegang teguh pada nilai-nilai ideologi Pancasila.

Indonesia dengan empat pilar bangsa utamanya Pancasila, merupakan warisan dan hadiah terbesar dari fonding father kita. Apa yang diwariskan oleh para pejuang terdahulu kepada kita yaitu empat pilar bangsa, oleh Gus Sholeh dalam pemaparannya disingkat dengan PBNU (Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, NKRI dan UUD 45) haruslah kita jaga, kita rawat dan kita pahami dengan baik dan benar, kemudian kita implementasikan dalam kehidupan kita sehari-hari dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara utamanya bagi regenerasi bangsa atau istilah yang lagi ngetren saat ini generasi milenial kata Gus Sholeh.

Lanjutnya, generasi melenial yang hidup dalam jaman kecanggihan teknologi dan informatika, justru harus lebih dapat memahami empat pilar bangsa dengan baik dan benar agar kelak apabila menjadi pemimpin bangsa ini tidak kehilangan jatidiri bangsa Indonesia yaitu Pancasila.

Sebaliknya apabila generasi milenial, tidak paham empat pilar bangsa, nantinya regenerasi kita akan melahirkan generasi yang hedonis, generasi yang hidup nafsi-nafsi, sehingga hilang ruh Pancasila kita yaitu nilai-nilai sosial, gotong royong dan musyawarah mufakat demikian pungkas Gus Sholeh dalam pemaparannya.(GSM)

Editor : mf