DiLihat dari beberapa sudut pandang.
SEJARAH, BUDAYA, EKONOMI, POLITIK, HANKAM.

SEJARAH

Dimulai dari sejak zaman sejarah kerajaaan.
Jika kita baca sejarah Bangsa kita yg diawali dari jaman kajayaan kerajaan-kerajaan besar dimasa lampau, seperti Majapahit, Sriwijaya, Mataram, Singosari, Pajajaran dan lain lain.
Justru selalu saja diwarnai intrik perang dalam negrinya, dan banyak kerajaan2 besar yang runtuh karena masalah Wanita, harta, dan perebutan tahta.
Dua kerajaan besar pernah berhadapan yaitu Majapahit dan Pajajaran, dalam perangpun masih di warnai oleh kelicikan-kelicikan yang tujuannya kemenangan.
Seperti kita tahu Kerajaan Pajajaran ditipu dengan cara perkawinan politik antara putra mahkota majapahit dengan putri mahkota Pajajaran, putri prabu Siliwangi.
Yang menurut salah satu sumber sejarah menyatakan bahwa Raja Pajajaran ikut jadi korban dalam perang itu.
Untuk lebih jelas Baca ini sejarah perseteruan antara 2 kerajaan besar, di tanah Jawa

https://id.m.wikipedia.org/wiki/Perang_Bubat

https://sejarahbogor.blogspot.com/2010/06/dibalik-jatuhnya-kerajaan-pajajaran.html?m=1

Belum lagi pencemaran warisan sejarah yang ditinggalkan oleh penjajah Belanda, yaitu mengadu domba, fitnah dan pengkhianatan-penghianatan dalam mencapai kemenangan.
Juga budaya sogok menyogok atau bayar Upeti.

Sebenarnya jika kita berpikir logis dan simple,seandainya saat itu semua kerajaan, semua pahlawan seperti Diponegoro, Sisingamangaraja, Tuanku Imam Bonjol, Pattimura, Cut Nyak Dien dan lain lain, bisa satu Prioritas Visi dan Misinya, maka tidaklah terlalu lama Bangsa ini hidup dalam kungkungan penjajah Belanda, coba bayangkan, penduduk Belanda saja kalah banyak dibanding Penduduk Jakarta ??

BUDAYA

Dari warisan sejarah inilah yg akhirnya mempengaruhi budaya bangsa dan seluruh masyarakat Indonesia.
Gaya hidup, cara berfikir masih sangat sulit melepaskan diri dari pengaruh warisan sejarah tsb, dan akhirnya menjadi sebuah budaya yg digunakan untuk menjalani kehidupan sehari-hari, yaitu budaya Maling., Rampok, Menipu, Mangadu Domba, Sogok menyogok, suap, upeti dan lain lain.
Budaya inilah yang sangat sulit di ubah, dan sudah merasa nyaman dilakukan oleh hampir seluruh masyarakat indonesia.
Dan warisan sejarah dan budaya tsb sangatlah buruk pengaruhnya bagi kehidupan berbangsa dan bernegara seluruh masyarakat indonesia.

Bahkan orang sehebat Soekarno pun tak mampu mengubah budaya tersebut.
Kita semua tahu, bahwa Soekarno dengan produk Pancasila nya, yg intinya mengajarkan Budaya Gotong Royong, segala sesuatu dilakukan oleh bersama, dan hasilnya dinikmati bersama pula.

EKONOMI

Dari pengaruh warisan sejarah dan budaya buruk diatas, maka pasti berimbas ke sektor Ekonomi.
Sistem ekonomi negri ini sangat mengacu kepada warisan pengaruh buruk tersebut, yaitu Sistem Suap, Sogok, Upeti, Tipu Menipu, Rampok merampok.
Tidak peduli kepada nasib saudaranya,
Contoh:
Alam di olah dan dijual tanpa memperhatikan kelestariannya,
Sumber Mineral dan Tambang di olah untuk kepentingan sendiri,
Mereka tidak peduli akibatnya, mau banjir, mau longsor bodo amat, yang penting gue dan keluarga selamat.
Mau rusuh juga peduli setan, gue dan keluarga bisa lari ke luar negri.

POLITIK

Nah, dari hal2 diatas, lalu dirangkumlah oleh para Ahli2 Politik, menjadi sistem politik yang sangat buruk.
Sistem Politik uang (transaksional), Demokrasi Uang saya menyebutnya. semua hal yang berkaitan dengan Politik selalu didasarkan pada hitungan Untung rugi, bagi siapa ??
Ya bagi diri dan kelompoknya, bukan bagi kehidupan rakyat yang diwakilinya.
Semua di perdagangkan, dari mulai jabatan politik (camat, bupati, walikota, gubernur, DPR sampai presiden).
Juga jabatan karier, (kapala dinas, pns dll) sampai anak mau masuk sekolah pun diperdagangkan.
Gimana nggak biadab ini ??
Kuncinya selama Partai politik membiayai sendiri gerak roda organisasinya, ya kondisi tidak akan berubah.
Krn biaya membutuhkan uang yg besar, maka politik akan menjadi ajang Transaksional, ajang cari untung.

Hukum dan HANKAM

Semua Aspek tersebut diatas akhir nya juga berimbas ke Sektor Hukum dan Hankam.
Sektor Hukum sudah jelas, secara terang-terangan diperdagangkan, bagaimana KPK bekerja bertaruh nyawa memberantas mafia hukum, bahkan mafia produk hukum di DPR ??
Masa UU yang dibuat berdasarkan pesanan bagi yang punya kepentingan ??

Di sektor Hankam pun acak2an, amburadul,
Yang mudah kita lihat adalah Pengaturan antara lembaga2 hukum dengan lembaga-lembaga Hankam.
Lembaga hukum yang jelas berhubungan dengan masyarakat sipil, disatukan dengan lembaga Hankam yang sebenarnya Fungsinya adalah Menjaga Gerbang Negri dari ancaman Negara luar.
Seharusnya, batalyon-batalyon tentara itu diletakkan di seluruh perbatasan negara, sehingga negara luar tidak bisa seenaknya sendiri memperluas wilayah nya, bahkan masih ingat kita pernah kehilangan 2 pulau di wilayah kita (Sipadan dan Ligitan).

Dan akibat dari penataan yang semrawut ini maka sering kita saksikan gesekan yg terjadi diantara kedua lembaga tersebut, jika mereka bergesekan, mereka kan punya senjata dan punya keahlian membunuh, sehingga masyarakatpun bisa menjadi korban.
Yang paling hangat, baru saja terjadi adalah Pembakaran Kantor Polisi oleh oknum2 yg diduga anggota TNI yg merasa kesal dengan jiwa corsanya membela temannya yg bertengkar dengan tukang parkir.
Apakah ini tidak berbahaya bagi keselamatan masyarakat yg seharusnya justru mereka lindungi ??

Baca:
http://medan.tribunnews.com/2018/12/12/kronologi-pembakaran-mapolsek-ciracas-sudah-didamaikan-malamnya-datang-ratusan-personel-gabungan?page=4

KEBIJAKAN LUAR NEGRI

Indonesia ini negara yg sering disebut ibu pertiwi, namun salah dalam pemahamannya, Ibu pertiwi adalah bermakna bahwa tanah air indonesia adalah tempat kita dikandung badan.
Bukannya jadi arah perjuangan bangsa,
Krn kasalah pemahaman tsb maka perjuangan politik luar negri kita mirip pejuang wanita,
Mari kita amati,,
Dari jaman setelah merdeka, ibu pertiwi ini sempat menikah dg pakde Sam, sekarang krn pakde Sam mulai aneh2, nyleweng, maka sekarang ibu pertiwi mulai nglirik, pakde Rus dan Koh Ongkok.
Lha ini kan jadi lucu ??
Masa negara yg demikian besar, beribu pulau, berjuta penduduk, berjuta ragam budaya, berkiblat dan menyerahkan nasib kpd bangsa asing ??
Cukup lama bergantung kpd Amerika, lalu sempat diceraikan dan dihukum dg Embargo, baik senjata, juga ekonomi, lalu melirik Uni Soviet, setelah Uni Soviet mati, dekat ke Rusia, juga bergantung ke Tiongkok ??

Mangapa Indonesia tidak mampu mandiri ?? Berdiri di kaki kaki pemuda pemudi negri sendiri ??
Ya, selama hal hal yang sudah saya ulas diatas tidak segera diakhiri dan ditinggalkan, ya selamanya nasib kita akan tetap seperti ini.
TERGANTUNG KEPADA NEGARA LUAR !!!

Siapa yg bisa merubahnya ?
Ya kita sendiri.
Dengan cara apa ?
Ya tinggalkan warisan sejarah, budaya buruk tersebut diatas lalu kembali ke budaya asli Indonesia, yaitu GOTONG ROYONG, MUSYAWARAH MUFAKAT. Dimulai dari diri kita sendiri, tanpa mengoreksi orang lain.
selama tidak kita ubah, ya warisan kesengsaraan ini akan dialami oleh anak cucu kita kelak.

Contoh kasus:
Masyarakat sering di hadapkan pada 2 atau 3 pilihan ,,
Yg 1 Perampok.
Yg ke 2 Penipu.
Yg ke 3 Pemerkosa.

Nggak ada pilihan kah ??

Penulis:
Oscar Dany Susanto
Pendiri grup komunitas kritis INDONESIA.