Beranda Hukum & Kriminal Polisi Gali Motif US Bawa Bendera HTI ke Acara Hari Santri Nasional

Polisi Gali Motif US Bawa Bendera HTI ke Acara Hari Santri Nasional

239
0

Patriotsatu.com– Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Barat telah mengamankan seorang laki-laki berinisial US (34) di Jalan Laswi, Bandung, di tempat kerja. Ia bekerja di toko bangunan, Kamis (25/10/2018) siang.

US diamankan karena diduga membawa bendera Hizbut Thahrir Indonesia (HTI) saat perayaan Hari Santri Nasional di alun-alun Limbangan, Garut, Jawa Barat, Senin 22 Oktober 2018 lalu. Bendera itu sendiri dibakar sekelompok orang sehingga menimbulkan polemik.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Barat Kombes Umar Surya Fana mengatakan, saat ini penyidik masih menggali sejumlah hal dari US.

“Apa motif dia membawa bendera itu ke acara Hari Santri Nasional padahal US bukan santri yang diundang dalam acara tersebut,” ujar Umar.

Dirinya menjelaskan, penyidik mendapatkan informasi bahwa panitia acara sudah membuat peraturan bahwa peserta tidak boleh membawa bendera HTI dikarenakan organisasi terlarang di Indonesia.

“Karena itu, keterangan US soal itu dinilai diperlukan. Penyidik juga akan menggali apakah ada yang menginstruksikan ia membawa bendera itu ke acara peringatan Hari Santri Nasional. Sekaligus, apakah US menginstruksikan tiga orang lain untuk membakar bendera itu,” terang Umar.

Lanjutnya, saat ini, penyedik masih mendalami US untuk mengetahui hal-hal yang selama ini masih menjadi pertanyaan penyidik.

“Nantinya diharapkan gambaran utuh tentang kejadian pembakaran bendera HTI dapat diperoleh secara utuh,” ungkap Umar.

Pembakaran bendera itu sendiri terjadi pada saat perayaan Hari Santri di lapangan alun-alun Limbangan, Garut, Senin (22/10/2018). Video pembakaran bendera itu viral dan menghebohkan jagat media sosial.

Sementara itu Gerakan Pemuda Ansor sebelumnya menegaskan bendera bertuliskan tauhid yang dibakar anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) memang bendera HTI. Namun GP Ansor menyayangkan pembakaran tersebut karena seharusnya bendera itu diserahkan kepada polisi. Ansor juga meminta maaf bila kasus itu menimbulkan Polemik.

Dalam hal ini Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Wiranto dalam konferensi pers menuturkan, kepolisian sedang memproses kasus ini. Wiranto pun mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terprovokasi atas peristiwa itu serta tidak mengkaitkan ke Rana Politik. (fer)

Editor : Erefer

Facebook Comments