Beranda General Aktivis Ratna Sarumpaet Resmi Ditahan

Aktivis Ratna Sarumpaet Resmi Ditahan

256
0

 

JAKARTA, patriotsatu.com – Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono menyatakan, setelah melakukan pemeriksaan penyidik memutuskan untuk menahan aktivis Ratna Sarumpaet.

Ratna sebelumnya ditetapkan sebagai tersangka kasus penyebaran informasi dan pada malam hari ini dirinya ditahan sebagai tersangka kasus penyebaran hoax dan berita bohong tentang penganiayaan dirinya.

“Setelah dilakukan pemeriksaan kemudian kita temukan alat bukti petunjuk yaitu saksi, tersangka, penyidik telah melakukan penangkapan dan mulai malam ini penyidik melakukan penahanan kepada aktivis Ratna Sarumpaet,” kata Argo, dalam jumpa pers, di Mapolda Metro Jaya, Jumat (5/10/2018) malam.

Dia menambahkan, penyidik memutuskan menahan Ratna untuk 20 hari ke depan. Alasan penahanan karena penyidik khawatir Ratna melarikan diri dan menghilangkan barang bukti.

“Alasan subyektivitas penyidik, jangan sampai melarikan diri dan menghilangkan barang bukti,” imbuh Argo.

Sebelumnya diberitakan, beberapa waktu belakangan ini masyarakat dihebohkan informasi pengeroyokan Ratna Sarumpaet di sekitar Bandara Husein Sastranegara Bandung pada 21 September.

Ratna mengaku telah dipukul oleh dua-tiga orang yang tidak dikenal hingga menyebabkan wajahnya bengkak usai menghadiri sebuah konferensi internasional.

Sejumlah tokoh penting turut menanggapi dan menyampaikan empatinya terhadap kejadian yang diceritakan Ratna, hingga akhirnya, Ratna mengaku bahwa kejadian tersebut hanya karangannya belaka.

Polda Metro Jaya telah menerima 4 laporan masyarakat yang mendesak polisi segera mengusut pihak-pihak yang terlibat menyebarkan berita bohong ini.

Diketahui, kamis malam, aktivis Ratna Sarumpaet ditangkap Polda Metro Jaya saat berencana terbang ke Santiago, Chile untuk menghadiri acara Konferensi The 11th Women Playwrights International Conference 2018 lewat Bandara International  Soekarno-Hatta.

Ratna dijerat Pasal 14 ayat 1 dan Pasal 15 UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang Hukum Pidana dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun. Dia juga disangka dengan Pasal 28 ayat 2 UU ITE.(*)

 

Editor : Erefer | Kompas

 

Facebook Comments