Beranda Pariwisata Disbudpar Kabupaten Bogor Adakan Pengembangan SDM Pramuwisata

Disbudpar Kabupaten Bogor Adakan Pengembangan SDM Pramuwisata

287
0

Kabupaten Bogor, Patriotsatu.com -Pramuwisata merupakan salah satu ujung tombak kemajuan pariwisata. Mereka dituntut untuk bisa mempresentasikan obyek wisata dengan lebih komprehensif sehingga mampu menarik wisatawan.

Hal ini melatar belakangi Dinas Kebudayaan dan Parisiwisata (Disbudpar) Kabupaten Bogor menggelar Pengembangan SDM Pramuwisata di Hotel Taman Teratai, jalan Raya Puncak, Km. 77, Desa Leuwimalang, Kecamatan Cisarua, Jawa Barat, pada tanggal 1-4 Oktober 2018.

Ketua Bidang Kemitraan, SDM dan Ekonomi Kreatif, Drs. Sudiyono, MM mengatakan, tour guide atau pramuwisata tugasnya bukan promosi pariwisata, melainkan guide sebagai ujung tombak untuk wisata. Karena mereka yang membawa wisatawan ke destinasi.

“Selain destinasi sebagai obyek daya tarik, cara pramuwisata memberikan informasi secara menarik tentang daya tarik serta pendukung lainnya akan memancing wisatawan untuk terus mengeksplorasi paket-paket yang ditawarkan,” ujarnya kepada Patriotsatu.com disela-sela kegiatan, Rabu (3/10/2018)

Dia menambahkan, pramuwisata yang baik, memiliki pengetahuan yang dalam tentang banyak obyek tertentu dan dapat menjelaskan dengan detail kepada wisatawan, bkn hanya obyek yang dilihat tapi juga latar belakang, tata cara dan kebiasaan hidup masyaratnya dimana obyek yang dikunjungi, tahu dimana tempat makan atau penginapan yang sesuai dengan wisatawan yang dibawanya, juga mengerti tempat souvenir, tidak kalah pentingnya adalah cara berkomunikasi yang baik.

“Untuk perkembangan wisata kita perlu pemandu yang melayani secara profesional,  melayani dengan tepat,  mengerti tempat dan tidak mengecewakan wisatawan, karena bisa menjadi promosi buruk untuk kita,” ungkap Sudiyono.

Sementara itu, salah satu narasumber, Muchlis Abdillah memaparkan, ada sekitar 75 obyek wisata di Kabupaten Bogor ini, namun peserta yang hadir tidak mengetahui ternyata ada obyek wisata sebanyak itu.

“Jujur saja banyak pemandu wisata yang belum paham, saya baru membuka 35 obyek wisata ternyata peserta tidak mengetahui seluruh objek wisata yang ada di Kabupaten Bogor. Akhirnya yang dikunjungi yah itu-itu saja,” paparnya.

Dirinya menjelaskan, pramuwisata harus memahami bahwa melayani wisatawan ada standarnya yaitu Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI), juga dapat membangun kesadaran bahwa wisata lokal bukan hanya sekedar Kawasan Puncak dan Taman Safari, namun masih banyak obyek wisata yang lainnya.

“Hal ini akan mempunyai dampak besar tidak hanya income pribadi namun multi income buat ke hotel, restoran, dan oleh-oleh sehingga mereka sadar sebagai pemandu wisata, mereka punya kontribusi buat masyarakat dan pemerintah,” pungkas Muchlis.

Salah satu peserta dari perwakilan travel umroh, Yeni mengatakan,  dirinya dan para peserta lain sangat berterima kasih kepada Disbudpar Kabupaten Bogor yang telah mengundang mereka dalam kegiatan Pengembangan SDM pramuwisata ini.

“Saya sangat mengapresiasi kegiatan saat ini, kegiatan ini berkah bagi saya, karena saya jadi lebih memahami bagaimana menjadi pramuwisata yang profesional, dan masih banyak hal yang saya dapati pada kegiatan ini, saya berharap dikedepannya kegiatan ini terus diadakan,” ujarnya. (Rie)

Editor : Erefer

Facebook Comments