Beranda Hukum & Kriminal BPI KPNPA RI Sesalkan Tindakan Intimidasi Terhadap Wartawan

BPI KPNPA RI Sesalkan Tindakan Intimidasi Terhadap Wartawan

288
0

 

Patriotsatu.com- Salah satu wartawan media online yang bertugas di wilayah Bogor, mendapatkan ancaman serius setelah memuat pemberitaan terkait dugaan pungli atas penerimaan karyawan Transmart Yasmin.

Menanggapi hal ini, Ketua Bidang Hukum dan Ham Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Badan Peneliti Independen Kekayaan Penyelenggara Negara dan Pengawas Anggaran (BPI KPNPA RI) Kota Bogor, Rahmat Aminudin menyayangkan adanya pengancaman melalui Whatsapp terhadap profesi wartawan.

Menurut Rahmat, pengancaman tersebut seharusnya tidak terjadi apabila semua pihak memahami fungsi Pers sesuai Undang-undang Pers No. 40/1999.

“Kalau ada pemberitaan yang tidak sesuai, harusnya diselesaikan melalui mekanisme yang sesuai Undang-undang. Artinya, selesaikan dengan cara yang diatur UU Pers No. 40/1999, bukan dengan melakukan ancaman atau bahkan kekerasan,” ungkapnya kepada Patriotsatu.com, Minggu (26/8/2018).

Bila melalui pengancaman, Rahmat melanjutkan, hal ini bukanlah menyelesaikan masalah melainkan telah melanggar pasal 4 ayat 1 dan ayat 3 junto pasal 18 ayat 1 UU Pers No. 40 tahun 1999, dan dapat dikenakan ancaman hukuman dua tahun penjara serta denda Rp 500 juta.

Seperti diketahui, Dodi Kurniawan wartawan online Kupasmerdeka.com menuturkan, saat dirinya konfirmasi kepada Dian Ardiansyah perihal dugaan terlibat praktek pungli penerimaan calon karyawan Transmart.

“Atas dasar kwitansi dan surat kesepakatan dengan warga yang tertera atas nama Dian Ardiansyah sebagai utusan PT Transmart, PT Wika, dan PT Bogor Lestari, saya mengkonfirmasi hal tersebut di atas,” tuturnya.

Dia menambahkan, setelah konfirmasi, dirinya lantas membuat berita yang dimaksud, namun saat berita ditayangkan oleh medianya, terjadilah pengancaman tersebut melalui pesan Whatsapp dari pengirim dengan nomor 0811111XXX dan nama Dian Ardiansyah pada pukul 00:17 WIB, Minggu (12/8/2018).

“Catat jeung buru capture bahasa saya nu iye..Mun nepi harga diri aing jeung kahormatan aing jadi cemar gara gara tulisan sia, kamana oge dan nyalindung ka saha oge di belah pala sia ku aing, seperti itu isi Whatsapp tersebut,” terang Dodi.

Diduga, pesan ancaman tersebut terkait kasus dugaan penipuan ratusan calon karyawan Transmart Yasmin dari Kelurahan Curug Mekar, Kota Bogor. Informasi yang diperoleh, Dian Ardiansyah merupakan calon anggota legislatif dapil Bogor Selatan, Kota Bogor, dari Partai Golkar.

Dodi Kurniawan, mendapat ancaman melalui pesan Whatsapp dikarenakan berita yang ditulis dirinya perihal penerimaan ratusan calon pegawai Transmart yang akhirnya gagal, dari 150 orang hanya 7 orang yang diterima sedangkan tiap calon sudah membayar uang sebesar Rp 500 ribu per-orang.(Fer)

 

Editor : Rfr

Facebook Comments