Beranda General Gus Nuril Beberkan, 5 Ciri Teroris

Gus Nuril Beberkan, 5 Ciri Teroris

562
0

 

Jakarta, PatriotSatu. Com-Pemimpin Pondok Pesantren Abdurrahman Wahid Soko Tunggal, Nuril Arifin Husein atau Gus Nuril angkat bicara terkait rentetan aksi rentetan terorisme di Indonesia beberapa waktu lalu, dirinya membeberkan sejumlah ciri individu yang patut diwaspadai sebagai teroris.

“Tahukah engkau, Wahai sahabat-sahabat ku,bahwa ternyata tidak semua teroris itu menjadi eksekutor bom, baik Bom high eksplosif atau daya ledak rendah. Bom khusus atau Bom bunuh diri dilapangan Mall, Gereja, Masjid, atau target yang sudah di tentukan bakal mengguncangkan rasa aman sekaligus memicu perhatian dunia,” Ujar Gus Nuril melalui Whatsapp beberapa waktu lalu.

Gus Nuril mengatakan, menurut mantan ketua densus 88 di DIY, teroris itu ada juga yang bekerja di Media Sosial (Medsos), ada 5 Indikator atau ciri khas teroris:

1.Yang bekerja di Medsos, mengatakan bahwa kejadian terorisme yang menelan banyak korban tersebut hanya settingan, drama, atau rekayasa. Ini dilakukan oleh para aktor teroris yang dalam kehidupan sehari-hari biasa saja, mereka membayar masyarakat sehingga tidak ada yang menilai bahwa dia sesungguhnya teroris jeji. Karena jika dilihat sepintas mereka berprofesi sebagai karyawan biasa, bahkan kadang bergerak di bidang jasa pariwisata, sebagai Pilot, pesawat terbang. Juga bisa saja ber profesi sebagai Dokter atau bahkan hanya sopir dan kadang ibu-ibu rumah tangga biasa. Ungkapan mereka di medsos di gelontorkan secara masif, datang dari berbagai daerah dan propinsi Seolah sebagai pendapat umum, Padahal di tujukan untuk membentuk opini agar masyarakat tidak bersimpati terhadap hilangnya nyawa korban.

2. Mereka membanjiri medsos dengan cerita dan kabar bias, Guyonan dan menyesatkan. Ini semua untuk mengalih fokuskan korban jiwa akibat terorisme dengan berita lain yang tak ada sangkut pautnya, tujuannya agar masyarakat lupa dengan kekejaman teroris.

3. Menggunakan kata-kata yang tidak senonoh, bahkan melecehkan dengan membuat gambar keadaan korban, ini memang sesuai tabiat para teroris yaitu, Senang dan menikmati kesengsaraan manusia. Semakin korban nya menderita semakin berhasil mencapai tujuan Karena salah satu tujuan Terorisme adalah tercapai tingkat kepuasan dan keberhasilan bila korban nya tersiksa.

4. Suka menyalahkan, para teroris ini di segala level jabatan, seolah-olah sudah disetel seragam di Medsos atau dimana saja langsung menyalahkan aparat bila terjadi tindakan terorisme. Organ teroris yang ada di instansi-instansi baik umum, lembaga Ham sampai Partai serempak bersuara menyalahkan, kelemahan Intel, Perencanaan anggaran sampai tataran satisfaction atau tingkat kepuasan anggota penegak hukum. Padahal aparat hukum adalah garda terdepan membendung tindakan teroris. Tapi oleh para Teroris medsos keadaan nya diputar-balikan. Teroris pengebom bunuh diri, dianggap korban konspirasi, sedangkan aparatlah yang menjadi sutradara terorisme nya.

5. Suka mencaci, benar mereka ini sangat gemar mencaci maki pemerintah dengan istilah-istilah,tak enak bahkan kadang-kadang menyeret istilah agama dan keagamaan, Misalnya Pemerintah dituduh anti Islam, Thoghut, Musuh Allah, Pelaku bid’ah. Ini semua bertujuan membangkitkan aroma kebencian rakyat, khususnya fanatisme agama . Juga kedangkalan penguasaan rakyat atas syareat agama terhadap Pemerintah.
Dia menambahkan, orang mudah terseret arus hasutan dan pecahlah semangat persatuan dan kohesifitasness. Akar utama terorisme itu adalah Kebencian.

“Bukan persaudaraan atau kasih sayang juga Muslihat dan KEBENCIAN, mesti di ingat teroris hanya mau membunuh sesuatu yang dibenci nya,” imbuh Gus Nuril.

Lanjut Gus Nuril, Apakah anda memiliki teman Medsos yang suka melakukan 5 ciri di atas ? Pastikan dia adalah teroris atau minimal simpatisan teroris.
“Waspadalah terhadap orang semacam ini,” pungkas Sesepuh PGN,Nuril Arifin. (fer)

Facebook Comments